MITIGASI BENCANA PART 4 (BENCANA ALAM EKSTRA TERESTRIAL)

Bencana Alam Ekstra Terestrial merupakan bencana alam yang disebabkan oleh gaya atau energi yang berasal dari luar bumi (Luar Angkasa) yang menghantam bumi sehingga mengakibatkan bencana di permukaan bumi. Bencana ini terjadi karena asteroid, meteoroid, dan komet yang melintas di dekat bumi memasuki atmosfer bumi, dan/atau menghantam bumi, dan oleh perubahan kondisi antarplanet yang mempengaruhi magnetosfer bumi, ionosfer, dan termosfer.


GAMBAR BENCANA ALAM EKSTRATERESTRIAL

Bencana alam Ekstraterestrial banyak terjadi di masa lalu pada saat bumi dan tata surya matahari masih dalam tahap awal pembentukan. Tumbukan terjadi karena asteroid atau komet jatuh ke bumi akibat orbitnya berpotongan dengan orbit bumi. Asteroid atau komet jatuh memasuki bumi sebagai meteor, saat berada berada di permukaan bumi disebut meteorit. Meteor jatuh melibatkan energi yang sangat besar karena bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi yaitu berkisar antara 12 – 72 km/detik. Bencana alam ekstraterrestrial ini bersifat very low frequency, very high impact. Frekuensi terjadinya bencana ini sangat rendah namun jika terjadi maka dampak yang ditimbulkannya sangat tinggi. Pada peristiwa yang terjadi di masa lalu dampak bencana ini memusnahkan 75% makhluk hidup.

Asteroid atau komet yang jatuh ke bumi tumbukannya dapat mengakibatkan dampak global jika diameternya >1.000 meter. Setelah menumbuk permukaan bumi akan membentuk kawah tumbukan. Tumbukan yang dihasilkan dapat melepaskan terjadinya tiga bencana geologi yaitu gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi. Dampak lain dari tumbukan tersebut dapat mengubah iklim.

Berikut ini mekanisme dan dampak yang dihasilkan oleh tumbukan asteroid/komet berdasarkan ukurannya :

  1. Meteoroid kecil (massa < 7 ton) bila tersisa akan menumbuk Bumi dg kec. 90 – 180 m/s. Dampak yang dihasilkan oleh tumbukan meteoroid ini nyaris tak berdampak
  2. Meteoroid besar (massa > 900 ton) akan menumbuk Bumi dg kec. 70 % kecepatan awal
  3. Meteoroid raksasa (massa > 90.000 ton) akan menumbuk Bumi sesuai kecepatan awal
  4. Pada meteoroid besar & raksasa : diameter kawah (D) 12 – 20 kali diameter meteoroid (d)
  5. Pada meteoroid besar & raksasa : energi tumbukan (W) berbanding lurus dg d3
  6. Kawah memproduksi material tumbukan dengan volume (V) berbanding lurus D3
  7. Sebagian besar energi tumbukan untuk membentuk kawah, sisanya dibagi antara gelombang kejut & sinar panas
  8. Sebagian besar materi produk tumbukan terendap di sekitar kawah, sisanya membumbung tinggi ke lapisan stratosfer.




LihatTutupKomentar